Tampilkan postingan dengan label abi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label abi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Februari 2013

Aktifkan Modul PHP 5 Untuk Apache 2 di Ubuntu

Pada sistem operasi debian dan turunannya, instalasi Apache 2 dan PHP 5 sangat mudah dilakukan. Cukup dengan sudo apt-get install apache2 php5 Dengan perintah ditas maka Apache 2 dan PHP 5 akan diinstall ke dalam sistem operasi dan juga langsung dikonfigurasi agar bisa bekerja sama. Masalah yang sering terjadi adalah Apache tetap saja tidak mengenali PHP dan setiap mengakses file php lewat http maka Apache akan mengkonfirmasi apakah file PHP tersebut ingin diunduh apa tidak. seperti tampak pada gambar berikut :

Hal ini bisa disebabkan terjadinya error pada saat instalasi, ataupun paket libapache2-mod-php5 yang diunduh sebelumnya rusak. Agar PHP 5 yang sudah diinstall tadi bisa bekerja sama dengan Apache 2 maka PHP 5 harus dikonfigurasi ulang dan paket libapache2-mod-php5 dibuang terlebih dahulu. Untuk melakukannya bisa mengikuti langkah - langkah berikut: sudo a2dismod php5 Non aktifkan modul PHP5 yang sudah diaktifkan sebelumnya. sudo /etc/init.d/apache2 force-reload Reload Apache 2, untuk membuang modul PHP5 dari konfigurasinya. sudo apt-get remove libapache2-mod-php5 Buang paket libapache2-mod-php5 dari sistem operasi sudo apt-get clean Perintah ini akan membuang paket - paket yang sudah didownload sebelumnya dari cache apt-get. Jadi untuk instalasi berikutnya tidak mengambil paket dari cache tapi akan langsung dari repository. sudo apt-get install libapache2-mod-php5 Perintah ini akan menginstalasi kembali paket libapache2-mod-php5 sudo a2enmod php5 Aktifkan kembali modul php5 untuk Apache 2 sudo /etc/init.d/apache2 force-reload Reload Apache 2, untuk mengaktifkan konfigurasi modul Apache 2 Dengan menjalankan perintah - perintah diatas maka Apache 2 akan mengenali PHP, dan mengeksekusi PHP jika ada request ke file PHP dari http. Catatan: a2enmod adalah aplikasi yang digunakan untuk mengaktifkan modul - modul di Apache 2 dan bisa digunakan untuk mengaktifkan modul - modul lainnya seperti mod_rewrite, mod_proxy dan lain - lain. Aplikasi ini hanya ada di sistem operasi Debian dan turunannya. a2dismod adalah aplikasi yang digunakan untuk menonaktifkan modul - modul yang sudah aktif di Apache 2. Sama sperti a2enmod aplikasi ini dapat digunakan untuk menonaktifkan modul - modul yang lain dan juga hanya tersedia untuk sistem operasi Debian dan turunannya sumber : http://dollyaswin.net/blog/aktifkan_modul_php_5_untuk_apache_2_di_ubuntu

Rabu, 05 Desember 2012

129 Tahun Meletusnya Gunung Krakatau: 26 Agustus 1883-26 Agustus 2012

Dari kejauhan nampak siluet Gunung Rakata yang berada di Selat Sunda sedang mengepulkan asap yang mengandung debu vulkanik. Saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi 129 tahun lalu, ketika Gunung Krakatau meletus tepatnya pada tanggal 26 Agustus 1883. Daya ledaknya saja diperkirakan 30.000 kali lipat bom atom Nagasaki dan Hiroshima di Jepang. Suara letusannya terdengar hingga Australia (Alice Spring) dan bahkan Afrika (Pulau Rogrigues) sejauh 4.653 km. Dan korban jiwa mencapai lebih dari 36.000 jiwa. Ledakan ini menimbulkan gelombang setinggi 40 meter, gempa bumi dan menimbulkan tsunami hingga mencapai Hawaii. Menghancurkan 195 desa-desa di sepanjang Merak hingga Karawang, Ujung Kulon hingga Sumatera bagian selatan. Saya juga tidak bisa membayangkan langit seperti apa saat itu. Atmosfer dipenuhi dengan debu vulkanik. Dunia sempat mengalami kegelapan selama dua hari. Matahari meredup selama setahun ke depan. Perubahan iklim global sedang terjadi. Speedboat mulai bergerak mendekati kawasan Gunung Rakata yang kini menjadi 3 pulau setelah terjadi ledakan tahun 1883 tersebut. Para ahli memperkirakan, jauh sebelum ledakan tahun 1883, Gunung Krakatau Purba dengan ketinggian 2.000 meter dan diameter pantainya mencapai 11 km meletus tidak kalah hebat dengan letusan 1883. Bahkan letusan inilah yang memisahkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Catatan peristiwa tersebut terungkap dari sebuah teks jawa kuno yang berbunyi : “Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara (Krakatau Purba). Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula…. Ketika air menenggelamkannya, Pulau terpisah menjadi dua, menciptakan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa- Pustaka Raja Parwa “ Akibat ledakan tersebut, Gunung Krakatau Purba menyisakan 3 kaldera (kawah) di Selat Sunda yang sisi-sisinya dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung. Ombak bulan agustus mengguncang-guncang kami hingga dua meter. Speedboad melaju meliuk-liuk menghindari hantaman ombak dari arah selatan. Pelan tapi pasti akhirnya sampai juga di Pulau Rakata. Pulau Rakata yang merupakan sisa ledakan dari Gunung Krakatau Purba kemudian tumbuh dengan dorongan vulkanik dari dalam perut bumi dan setelah bertahun-tahun tumbuh dan jadilah Gunung Krakatau. Dari tengah kawah muncul lagi dua gunung lagi yaitu Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan. Dan setelah 200 tahun tertidur, tepatnya tanggal 26 Agustus 1883 terjadilah ledakan yang maha dahsyat itu. *** Sebuah batu besar menyambut kedatangan kami di Pulau Rakata. Saya membayangkan batu-batu sebesar ini yang berterbangan ke angkasa saat terjadi ledakan 129 tahun lalu. Nama “Rakata” cukup mengusik alam pikiran saya, dari mana asal muasal nama tersebut? Karena menurut saya nama tersebut cukup unik, hanya menghilangkan huruf depan dan belakang dari “Krakatau” –> Krakatau –> rakata Dalam pikiran saya, nama “Rakata” diambil dari kata “Krakatau”, setelah mengalami ledakan huruf depan dan belakang dari Krakatau ikut hancur akibat ledakan dan muncul kata “rakata” :) Anak Gunung Krakatau yang sekarang tumbuhpun sering di sebut Gunung Rakata. Penamaan ini sepertinya untuk membedakan antara Gunung Krakatau yang meletus pada tahun 1883 dan gunung yang baru tumbuh setelah letusan. Kami mencoba menapaki ke puncak gunung yang berpasir. Panas matahari dan debu tidak menyurutkan kami ke puncak Rakata. Gunung Rakata sendiri tumbuh sekitar 40 tahun setelah ledakan tahun 1883 . Dari kaldera tersebut dan terus tumbuh hingga sekarang. Kecepatan pertumbuhannya mencapai 20 inch per bulan dengan demikian setahun bertambah 20 kaki. Saat ini ketinggian Gunung Rakata mencapai 230 meter, sementara Gunung Krakatau yang meletus tahun 1883 mencapai 813 meter. Sedangkan ketinggian Gunung Krakatau Purba mencapai 2000 meter. Terjadi perbedaan yang cukup signifikan. Jadi sepertinya jika Gunung Rakata meletus saat ini sepertinya dampaknya tidak akan sedahsyat dua gunung sebelumnya jika dilihat dari faktor ketinggian. Namun tentu saja faktor lainnya perlu diperhitungkan. sumber : http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/08/27/129-tahun-meletusnya-gunung-krakatau-26-agustus-1883-26-agustus-2012-488438.html

Rabu, 10 Februari 2010

Bertemu diri

“bertemu diri” bagi seorang salik – pencari kebenaran – ibarat proses wisuda seorang mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliahnya. Ali, RA berkata bahwa orang yang bertemu diri (mengenal Allah Ta’ala) adalah titik mula seseorang beragama secara hakiki.

Kegelisahan eksistensial, mewujud dalam luapan pertanyaan tentang hakikat diri, hakikat kehidupan, hakikat yang nyata dan yang semu. Sekali lagi, manusia adalah “terra incognita”, makhluk yang sarat dengan misteri. Ia adalah puncak penciptaan Sang Khalik, demikian tinggi ia diposisikan sebagai khalifah hingga membuat Iblis iri dan mengingkari ketentuan-Nya. Ya, Iblis tak mampu memahami realitas yang disebut manusia, bahkan malaikat pun mempertanyakan esensi kenapa harus diciptakan makhluk bernama manusia (Q 2:30),” ...mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?...” Kenapa Tuhan menciptakan makhluk yang bernama manusia, yang memiliki sifat multidimensional, ada sifat-sifat malaikat, ada sifat – sifat setan, ada sifat – sifat binatang dan tumbuhan.

Dalam pandangan kaum arif, sebagaimana dituangkan dalam Qur’an 2: 31-32, bahwa iblis dan malaikat mengakui ketidakmampuan dirinya, ..” Kami hanya mengetahui apa yang telah Engkau ajarkan, kami hanya memahami apa yang telah Engkau berikan, ciptaan kami adalah hasil karya-Mu, pengetahuan dan visi kami hanyalah rahmat-Mu, Apa yang telah Engkau tunjukkan kepada kami, kami tahu – apa yang di luar itu – kami tidak tahu...
Adam adalah keseluruhan, yang lainnya adalah bagian. Segala sesuatu dalam bagian dijumpai dalam keseluruhan, tapi bagian tak bisa mencakup keseluruhan. Tak satu bagian pun benar – benar bisa memahami keseluruhan, tapi keseluruhan tahu situasi setiap bagian. Kala keseluruhan mengetahui dirinya sendiri maka semua bagian menjadi objek pengetahuannya. Tapi jika bagian mengetahui dirinya sendiri ia tidak bisa mengetahui lebih dari dirinya sendiri – sekalipun ia mengetahui dirinya sendiri ia tetap tak mengetahui bagian lainnya.

Kemudian realitas apakah seorang anak Adam itu? Barzakh yang serba meliputi, bentuk ciptaan dan Zat yang Mahabenar ada di dalamnya; Transkipsi menyeluruh, memaklumkan Esensi Hakiki dan sifat-sifat suci-Nya; Berhubungan dengan kelembutan – kelembutan dan Ketakterbandingan, berupa realitas – realitas dalam kerajaan; Diri batiniahnya tenggelam dalam samudera Kesatuan, diri lahiriahnya kekeringan di pantai perpisahan. Tak satupun dari sifat – sifat Allah tak termanifestasikan dalam esensi-Nya.
Dia Maha Mengetahui, Maha Mendengar, dan Maha Melihat, Maha Berbicara dan Berkenhendak, Maha Hidup dan Maha Kuasa. Begitu pula dengan realitas – realitas dalam kosmos, masing – masing terejawantah di dalamnya. Entah wilayah – wilayah samawi atau unsur – unsur, mineral – mineral, tumbuh –tumbuhan, atau hewan – hewan. Tertulis di dalamnya bentuk kebaikan dan kejahatan, Bercampur di dalamnya kebiasaan setan dan hewan – hewan tunggangan. Kalaulah dia bukan bukan cermin Wajah Abadi, mengapa para malaikat bersujud di hadapannya? ...Dia adalah refleksi keindahan Kehadiran Suci. Jika iblis tak bisa memahami ini, apa yang menjadi masalah? Semua yang tersembunyi dalam Khazanah Tersembunyi Allah tampakkan dalam diri Adam.
Manusia modern sekarang melalui fase lahir, bertumbuh, belajar berbicara dan berjalan bersekolah dari taman bermain hingga perguruan tinggi, kemudian meniti karir dengan bekerja dengan beragam profesi seperti apa yang telah kita cita-citakan. Bagi sebagian lainnya yang kurang beruntung, mereka tidak mampu bersekolah dan meniti karir pekerjaan yang pantas untuk dibanggakan, apakah kemudian bisa diklaim bahwa mereka telah gagal “bertemu diri”?

“Bertemu diri “ bukan terkait dengan kekayaan, strata sosial dan pendidikan, ini lebih merupakan proses perjalanan ruh seorang manusia yang telah menyatu dengan jasadnya dan terlahir ke dunia fana ini untuk kembali pada kesuciannya seperti di alam alastu.

Setiap hari kita disibukkan dengan jadwal dan rutinitas hidup. Seorang pedagang sibuk dengan barang dagangannya, seorang manajer dengan jadwal rapat dan koordinasinya, seorang guru dengan kegiatan mengajarnya. Padahal bukankah semestinya kegiatan ruh dan kegiatan fisikal berjalan dalam satu nafas, cukup hanya dengan satu niat beribadah. Karenanya proses “bertemu diri” tidak harus dengan mengasingkan diri dari rutinitas hidup dan pergaulan dengan masyarakat. Untuk meraih “an-nafs al-muthma’innah” tidak semestinya menghindari pernikahan.

Demikianlah, bertemu diri adalah identik dengan menjadi zahid. Ia memenuhi kebutuhan biologisnya tetapi menghindari mencari kepuasan apalagi berlebih-lebihan. Ia berpengetahuan tapi menghindari sok tahu dan merasa pintar, ia selalu mensucikan diri tetapi menghindari sok suci atau merasa suci di bandingkan sesamanya. Ia telah banyak memberi manfaat bagi banyak orang tetapi menghindari pujian dan segera melupakan semua kebaikan yang telah dilakukannya, ia sendiri menatap lurus ke depan, kepada Sang Kekasih, cukuplah Allah baginya. Senyumnya adalah ibadah, marahnya pun ibadah, perkataannya ibadah, sikapnya ibadah, langkah kakinya ibadah, gerak tangannya ibadah, denyut nadi dan hembusan nafasnya pun ibadah. Siapapun bisa dan harus “bertemu diri”-nya, kapan pun ia mau? Kalaupun dalam perjalanan “bertemu diri” itu sering terpeleset, masih terbuka kesempatan kembali dengan memohon pertolongan-Nya.

Bagi seorang wirausahawan, fokusnya bukan meraup keuntungan sebesar-besarnya, tetapi lebih kepada kerja keras, berjalannya sistem secara adil dan efisien, dan kerja cerdas yang mewujud dalam kreatifitas, inovasi, dan semangat belajar tiada henti. Profit dan kekayaan adalah urusan Allah dan sebuah keniscayaan.
Wallahu a’lam

Minggu, 07 Februari 2010

Solo: The Spirit of Java



Bengawan Solo,

Riwayatmu ini,

Sedari dulu jadi,

Perhatian insani…

Apakah masih ingat dengan lirik lagu keroncong terkenal Bengawan Solo? Itu adalah penggalan lirik yang terkenal hingga ke mancanegara. Solo atau Surakarta, yang dahulunya di awal kemerdekaan berstatus Keresidenan Surakarta telah berkembang menjadi kota yang kaya dengan peninggalan budaya Jawa. Solo, the spirit of Java. Itu adalah slogan yang melekat selain terkenal dengan semboyan BERSERI, yaitu Bersih, Sehat, Rapih dan Indah.

Kota Surakarta terletak di pertemuan antara jalur selatan Jawa dan jalur Semarang Madiun, yang menjadikan posisinya yang strategis sebagai kota transit. Jalur kereta api dari jalur utara dan jalur selatan Jawa juga terhubung di kota ini. Jarak antara Yogyakarta dengan Solo hanya sekitar satu jam menggunakan kendaraan maupun kereta api.

Sebagai kota yang sudah berusia hampir 250 tahun, Surakarta memiliki banyak kawasan dengan situs bangunan tua bersejarah. Selain bangunan tua yang terpencar dan berserakan di berbagai lokasi, ada juga yang terkumpul di sekian lokasi sehingga membentuk beberapa kawasan kota tua, dengan latar belakang sosialnya masing-masing.

Peninggalan sejarah dan kentalnya kebudayaan Jawa di kota Solo ini masih tampak jelas di setiap pojokan kota. Gapura khas keraton dengan lambang Keraton Surakarta “Radya Laksana” terdapat di beberapa lokasi, terutama di wilayah yang berdekatan dengan Keraton Surakarta. Radya Laksana sebagai lambang atau simbol Karaton Surakarta memiliki makna simbolis dan makna filosofis dalam kehidupan Karaton khususnya dan kehidupan masyarakat pada umumnya.

Radya Laksana dapat diartikan Jalan Negara dalam arti konsep-konsep untuk menjalankan negara yaitu Karaton Surakarta Hadiningrat. Selain secara harafiah, Radya Laksana memiliki makna sebagai ajaran dan patokan bagi siapapun yang memiliki watak Jiwa Ratu, Jiwa Santana, Jiwa Abdidalem, dan Kawuladalem yang berklebat ke Karaton yang berdasarkan pada Jiwa Budaya Jawa. Radya adalah negara. Yang disebut negara adalah bersatunya Ratu, putra Santana, Abdi dalem, kawula bangunan karaton, pemerintahan, daerah dan Pepundhen (segala sesuatu yang dihormati). Adapun Laksana berarti tindakan. Tindakan yang didasarkan pada Lahir dan Batin. Tindakan dalam bentuk batiniah harus dapat tercermin dalam wujud tindakan lahiriah.

Museum tentang sejarah dan peninggalan purbakala khas Kasunanan Surakarta juga terdapat di areal komplek keraton, salah satunya yang terkenal dan masih sering digunakan pada upacara adat Grebekan 1 Syawal kalender Islam adalah Kereta Kencana. Keunikan dari keraton ini adalah di kawasan Solo utara, yang ditata oleh pihak Mangkunagaran, dapat ditemui beberapa jejak arsitektur dengan sentuhan Eropa. Hal ini tampak dengan adanya patung-patung berornamen eropa. Ini merupakan salah satu bukti kejayaan Keraton dengan adanya hubungan diplomatik antara pihak keraton dengan pemerintah eropa pada masa dahulu.

Solo identik dengan batik sebagai pakaian khas kebesaran dan kebanggaan masyarakatnya. Batik tulis solo yang berkualitas halus di ekspor hingga ke mancanegara dan menjadi lambang khas Indonesia. Pedagang batik Jawa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 banyak mendirikan usaha dan tempat tinggal di kawasan Laweyan (sekarang mencakup Kampung Laweyan, Tegalsari, Tegalayu, Tegalrejo, Sondakan, Batikan, dan Jongke). Tak jauh dari lokasi keraton, terdapat pasar tradisional Klewer. Pasar Klewer merupakan salah satu pasar batik terbesar di Indonesia. Di pasar ini kita dapat membeli aneka kerajinan dan oleh-oleh khas kota Surakarta dengan harga yang terjangkau dan dapat di tawar.

Bahasa daerah yang digunakan di Surakarta adalah bahasa jawa dialek Surakarta. Dialek ini berbeda sedikit dengan dialek-dialek Jawa yang digunakan di kota-kota lain seperti di Semarang maupun Surabaya. Perbedaannya berupa kosakata yang digunakan, ngoko (kasar), karma (halus), dan intonasinya. Bahasa Jawa dari Surakarta digunakan sebagai standar bahasa Jawa nasional (dan internasional, seperti di Suriname).

Beberapa makanan khas Surakarta antara lain adalah Nasi liwet, Nasi timlo, Nasi gudeg (yang lebih dikenal berasal dari Yogyakarta), Serabi Notosuman, Intip, Bakpia Balong, dan Jenang dodol khas Solo. Galabo adalah lokasi yang tepat untuk mencicipi makanan khas kota Solo dengan 75 aneka rasa makanan. Galabo ini adalah salah satu program pemerintah daerah Surakarta untuk menarik minat wisatawan pecinta kuliner. Galabo terletak tidak jauh dari lokasi Keraton dan dibuka khusus hanya untuk malam hari. Berbagai hidangan khas jawa dan Indonesia tersedia di sini dengan harga yang relative murah dan citarasa yang nikmat.

Untuk Anda pecinta seni dan budaya, pagelaran wayang Orang dapat disaksikan di taman hiburan Sriwedari pada malam harinya. Letaknya tidak jauh dari Keraton Surakarta dan dapat menggunakan becak untuk menuju ke lokasi tersebut. Wayang dimainkan oleh orang dengan nyayian dan tarian serta dialog yang lucu diiringi dengan gamelan. Cerita Wayang Orang diambil dari episode Kitab Mahabharata dan Ramayana. Saat pulang seusai pertunjukan anda dapat menikmati perjalanan santai menuju hotel dengan menggunakan andong dokar (delman).

Bagi Anda pecinta sejarah, Museum Sangiran dapat menjadi agenda wisata berikutnya untuk dikunjungi. Museum ini dapat ditempuh dari Solo kurang lebih selama 1 jam dengan menggunakan mobil atau bus. Museum ini memiliki koleksi sejumlah fosil yang ditemukan pada lapisan batu gamping di seputar wilayah Sangiran. Yang menarik dari museum ini adalah ditemukannya fosil dari manusia purba Solo (Homo Soloensis) yang hidup 600.000-150.000 tahun yang lalu. Fosil ini merupakan fosil manusia purba tertua di Indonesia. Selain fosil manusia purba, museum tersebut juga memamerkan koleksi fosil gigi, tanduk, tulang dan gading atau taring. Untuk menambah pengetahuan tentang manusia purba, museum mengajak pengunjung untuk menyaksikan film tentang sejarah asal muasal manusia di Sangiran Theatre.

Dari Sangiran perjalanan dilanjutkan menuju Candi Sukuh yang terletak di kaki gunung Lawu di Karanganyar. Perjalanan dapat ditempuh kurang lebih selama 2 jam. Candi ini sangat khas karena reliefnya sedikit erotis dan tidak sama dengan relief pada candi umumnya di Jawa. Relief pada candi tersebut menceritakan tentang kebaikan dan keburukan di dunia.

Bagi penggemar trekking, anda dapat berjalan mengambil rute dari Candi Sukuh menuju Air Terjun Grojogan Sewu. Air Terjun Grojogan Sewu cukup terkenal dan memiliki pemandangan yang menakjubkan. Trekking melewati perkampungan lokal dengan pemandangan yang indah dan keramahan penduduknya menjadikan liburan lebih menarik. Berpetualang ke Tawang Mangu dapat ditempuh dalam waktu satu jam dari kota Solo dengan menggunakan mobil atau transportasi umum. Angkutan umum ini memiliki harga yang relative murah tidak lebih dari 20 ribu rupiah. Di Tawang Mangu banyak tersedia villa yang disewakan untuk berlibur, dan Anda dapat beristirahat dengan tenang di tengah semilir sejuk udara Tawang Mangu. Selamat berlibur!

Sabtu, 23 Januari 2010

Jebakan Era Industri

Dalam pandangan akuntansi, sumber daya manusia atau karyawan adalah komponen biaya, sementara mesin dikategorikan sebagai aset. Coba kita pikirkan lebih mendalam, manusia dimasukkan dalam perhitungan rugi-laba sebagai pengeluaran, sedangkan mesin dimasukkan dalam pembukuan sebagai investasi.
Inilah yang menjadi sumber masalah kenapa banyak orang yang merasa tidak puas dalam pekerjaan mereka, dan menjadi alasan kenapa banyak organisasi yang tidak mampu menarik dan memanfaatkan bakat, kecerdikan dan kreatifitas mereka dan tidak pernah menjadi organisasi yang hebat dan bertahan lama.
Yang harus kita sadari, manusia bukanlah benda yang perlu dikendalikan seperti mesin. Manusia memiliki tubuh, pikiran, hati dan jiwa – di dalam tubuh memerlukan perlakuan pemenuhan kebutuhan fisikal seperti makan, minum, tidur, olahraga; di dalam pikiran yang sehat akan membentuk kerangka berpikir yang baik dalam menyelesaikan setiap persoalan; di dalam diri manusia adalah hati yang jika bersih dan bening akan memancarkan cinta dan kasih sejati, untuk saling menyayangi; dan di dalam diri manusia juga ada jiwa atau ruh yang merindukan sesuatu yang bersifat spiritual.

Jumat, 07 November 2008

Renungan : Serat Joyoboyo

Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran.
Bila ada kereta tanpa kuda
One day there will be a cart without a horse.

Tanah Jawa kalungan wesi.
Tanah jawa terbelenggu besi
The island of Java will be circled by an iron necklace.

Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.
Perahu terbang di angkasa
There will be a boat flying in the sky.

Kali ilang kedhunge.
Sungai hilang arusnya
The river will loose its current.

Pasar ilang kumandhange.
Pasar sunyi
There will be markets without crowds.

Iku tanda yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.
Itu tanda datangnya jaman Jayabaya sudah dekat
These are the signs that the Jayabaya era is coming.

Bumi saya suwe saya mengkeret.
Bumi kian menciut
The earth will shrink.

Sekilan bumi dipajeki.
Setiap jengkal tanah dipajaki
Every inch of land will be taxed.

Jaran doyan mangan sambel.
Kuda doyan sambal (Kerakusan)
Horses will devour chili sauce.

Wong wadon nganggo pakaian lanang.
Wanita mengenakan pakaian laki-laki
Women will dress in men's clothes.

Iku tandane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.
Itu tandanya kita bertemu jungkir baliknya jaman
These are the signs that the people and their civilization
have been turned upside down.

Akeh janji ora ditetepi.
Banyak Janji tak ditepati
Many promises unkept.

Akeh wong wani mlanggar sumpahe dhewe.
Banyak manusia yang berani menyalahi sumpahnya sendiri
Many break their oath.

Manungsa pada seneng nyalah.
Manusia saling menyalahkan
People will tend to blame on each other.

Ora ngindahake hukum Allah.
Tiada mengindahkan hukum Allah
They will ignore God's law.

Barang jahat diangkat-angkat.
Hal jahat diangkat
Evil things will be lifted up.

Barang suci dibenci.
Yang suci dibenci
Holy things will be despised.

Akeh manungsa mung ngutamake duwit.
Banyak manusia yang hanya mengutamakan uang
Many people will become fixated on money.

Lali kamanungsan.
Lupa kemanusiaannya
Ignoring humanity.

Lali kabecikan.
Lupa kebajikan
Forgetting kindness.

Lali sanak lali kadang.
Lupa sanak lupa saudara
Abandoning their families.

Akeh Bapa lali anak.
Banyak bapak lupa anak
Fathers will abandon their children.

Akeh anak wani nglawan ibu.
Banyak anak berani melawan ibundanya
Children will be disrespectful to their mothers.

Nantang bapa.
Menantang ayah
And battle against their fathers.

Sedulur pada cidra.
Saudara pada bertengkar
Siblings will collide violently.

Kulawarga pada curiga.
Keluarga saling curiga
Family members will become suspicious of each other.

Kanca dadi mungsuh.
Teman jadi musuh
Friends become enemies.

Akeh manungsa lali asale.
Banyak manusia lupa asalnya
People will forget their roots.

Ukuman Ratu ora adil.
Hukum tidak adil
The queen's judgements will be unjust.

Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.
Banyak pejabat yang jahat dan ganjil
There will be many peculiar and evil leaders.

Akeh kelakuan sing ganjil.
Banyak perilaku yang aneh2
Many will behave strangely.

Wong apik-apik pada kepencil.
Orang baik-baik terpencil
Good people will be isolated.

Akeh wong nyambut gawe apik-apik pada krasa isin.
Banyak orang malu melakukan pekerjaan baik-baik
Many people will be too embarrassed to do the right things.

Luwih utama ngapusi.
Lebih utama membohongi
Choosing falsehood instead.

Wegah nyambut gawe.
Malas berkerja
Many will be lazy to work.

Kepingin urip mewah.
Tapi ingin hidup mewah
Seduced by luxury.

Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.
Mengumbar nafsu angkara murka, memperbanyak dosa durhaka
They will take the easy path of crime and deceit.

Wong bener thenger-thenger.
Orang baik pada bingung
The honest will be confused.

Wong salah bungah.
Orang yang salah bergembira
The dishonest will be joyful.

Wong apik ditampik-tampik.
Orang baik ditolak
The good will be rejected.

Wong jahat munggah pangkat.
Orang jahat naik pangkat
The evil ones will rise to the top.

Wong agung kesinggung.
Orang berhati mulia di kritik di sudutkan
Noble people will be wounded by unjust criticism.

Wong ala kepuja.
Yang berhati jahat malah dipuja
Evil doers will be worshipped.

Wong wadon ilang kawirangane.
Kaum wanita hilang rasa malunya
Women will become shameless.

Wong lanang ilang kaprawirane.
Kaum pria hilang harga diri dan keberaniannya
Men will loose their courage.

Akeh wong lanang ora duwe bojo.
Banyak pria tak beristri
Men will choose not to get married.

Akeh wong wadon ora setya marang bojone.
Banyak wanita yang tak setia dengan suaminya
Women will be unfaithful to their husbands.

Akeh ibu pada ngedol anake.
Banyak ibu menjual anaknya
Mothers will sell their babies.

Akeh wong wadon ngedol awake.
Banyak wanita menjual badannya
Women will engage in prostitution.

Akeh wong ijol bebojo.
Banyak orang bertukar pasangan
Couples will trade partners.

Wong wadon nunggang jaran.
Wanita menunggang kuda (mencari nafkah)
Women will ride horses.

Wong lanang linggih plangki.
Laki-laki di rumah
Men will be carried in a stretcher.

Randa seuang loro.
Orang mudah bercerai
A divorcee will be valued at 17 cents.

Prawan seaga lima.
Nilai keperawanan/kesucian murah
A virgin will be valued at 10 cents.

Duda pincang laku sembilan uang.
Pria yang gak baik malah bernilai mahal
A crippled men will be valued at 75 cents.

Akeh wong ngedol ngelmu.
Banyak orang menjual ilmu dan pengetahuannya
Many will earn their living by trading their knowledge.

Akeh wong ngaku-aku.
Banyak orang yg mengambil keuntungan dari orang lain
Many will claims other's merits as their own.

Njabane putih njerone dadu.
Luarnya putih dalamnya hitam
It is only a cover for the dice.

Ngakune suci, nanging sucine palsu.
Ngaku suci tapi kesuciannya palsu belaka
They will proclaim their righteousness despite their sinful ways.

Akeh bujuk akeh lojo.
Banyak kecurangan dan kelicikan
Many will use sly and dirty tricks.

Akeh udan salah mangsa.
Banyak hujan salah musimnya
Rains will fall in the wrong season.

Akeh prawan tuwa.
Banyak perawan tua
Many women will remain virgins into their old age.

Akeh randa nglairake anak.
Banyak janda melahirkan anak
Many divorcees will give birth.

Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne.
Banyak jabang bayi mencari ayahnya
Newborns will search for their fathers.

Agama akeh sing nantang.
Banyak yang menentang Agama
Religions will be attacked.

Perikamanungsan saya ilang.
Perikemanusian hilang semuanya
Humanitarianism will no longer have importance.

Omah suci dibenci.
Rumah suci dibenci
Holy temples will be hated.

Omah ala saya dipuja.
Tempat maksiat dipuja2
They will be more fond of praising evil places.

Wong wadon lacur ing ngendi-endi.
Wanita lacur bertebaran dimana2
Prostitution will be everywhere.

Akeh laknat.
Banyak kelaknatan
There will be many worthy of damnation.

Akeh pengkhianat.
Banyak pengkhianat
There will be many betrayals.

Anak mangan bapak.
Anak makan bapak
Children will be against father.

Sedulur mangan sedulur.
Saudara saling memakan
Siblings will be against siblings.

Kanca dadi mungsuh.
Teman jadi musuh
Friends will become enemies.

Guru disatru.
Guru dilawan
Students will show hostility toward teachers.

Tangga pada curiga.
Tetangga pada curiga
Neighbours will become suspicious of each other.

Kana-kene saya angkara murka.
Dimana-mana banyak angkara murka
And ruthlessness will be everywhere.

Sing weruh kebubuhan.
Saksi jadi tersangka
The eyewitness has to take the responsibility.

Sing ora weruh ketutuh.
Orang tak tahu menahu jadi tertuduh
The ones who have nothing to do with the case will be prosecuted.

Besuk yen ana peperangan.
Satu saat nanti akan ada peperangan
One day when there will armagedon.

Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.
Di timur, selatan dan utara
In the east, in the west, in the south, and in the north.

Akeh wong becik saya sengsara.
Banyak orang baik-baik jadi sengsara
Good people will suffer more.

Wong jahat saya seneng.
Orang Jahat senang
Bad people will be happier.

Wektu iku akeh dandang diunekake kuntul.
Banyak kebohongan
When this happens, a rice cooker will be said to be an egret.

Wong salah dianggep bener.
Yang salah dianggap benar
The wrong person will be assumed to be honest.

Pengkhianat nikmat.
Pengkhianat nikmat
Betrayers will live in the utmost of material comfort.

Durjono saya sempurna.
Terlebih lagi Sang durjana
The deceitful will decline even further.

Wong jahat munggah pangkat.
Orang jahat naik pangkat
The evil persons will rise to the top.

Wong lugu kebelenggu.
Orang yang naif terbelenggu
The modest will be trapped.

Wong mulyo dikunjoro.
Orang mulia dipenjara
The noble will be imprisoned.

Sing curang garang.
Yang berhati curang garang
The fraudulent will be ferocious.

Sing jujur kojur.
Yang jujur susah setengah mati
The honest will unlucky.

Pedagang akeh sing keplarang.
Many merchants will fly in a mess.

Wong main akeh sing ndadi.
Perjudian makin menjadi
Gamblers will become more addicted to gambling.

Akeh barang haram.
Banyak barang haram
Illegal things will be everywhere.

Akeh anak haram.
Banyak anak haram
Many babies will be born outside of legal marriage.

Wong wadon nglamar wong lanang.
Kaum wanita melamar pria
Women will propose marriage.

Wong lanang ngasorake drajate dhewe.
Kaum pria merendahkan derajatnya sendiri
Men will lower their own status.

Akeh barang-barang mlebu luang.
Banyak barang tak terjual
The merchandise will be left unsold.

Akeh wong kaliren lan wuda.
Banyak orang tak berpunya pangan maupun sandang
Many people will suffer from starvation and inability
to afford clothing.

Wong tuku nglenik sing dodol.
Pembeli lebih pintar dari penjual
Buyers will become more sophisticated.

Sing dodol akal okol.
Penjual harus putar akal mati2an
Sellers will have to use their brains and muscle to do business.

Wong golek pangan kaya gabah diinteri.
Susah cari makan
In the way they earn a living, people will be as rice paddies being
swung around and blown up.

Sing kebat kliwat.
Banyak yg hilang kendali
Some will go wild out of control.

Sing telat sambat.
Yang tak berambisi tertinggal
Those who are not ambitious will complaint of being left behind.

Sing gede kesasar.
Yang besar tersesat
The ones on the top will get lost.

Sing cilik kepleset.
Yang kecil terpeleset
The ordinary people will slip.

Sing anggak ketunggak.
Yang angkuh akan terhalang
The arrogant ones will be impaled.

Sing wedi mati.
Yang takut tak akan bertahan
The fearful ones will not survive.

Sing nekat mbrekat.
Yang nekat akan berhasil
The risk takers will be successful.

Sing jerih ketindhih.
Yang takut akan tertindas
The ones who are afraid of taking the risks will be crushed under
foot.

Sing ngawur makmur,
Yang ngawur justru makmur
The careless ones will be wealthy.

Sing ngati-ati ngrintih.
Yang berhati2 merintih
The careful ones will whine about their suffering.

Sing ngedan keduman.
Yang edan kebagian
The crazy ones will get their portion.

Sing waras nggagas.
Tapi mereka yg waras (mental dan fisik) akan berpikir bijak
The ones who are mentally and physically healthy will think wisely.

Wong tani ditaleni.
Petani terikat
The farmers will be controlled.

Wong dora ura-ura.
Para koruptor beruntung tak terkira
Those who are corrupt will spend their fortune lavishly.

Ratu ora netepi janji, musna kekuasaane.
Raja tak menepati janji, musnah kekuasaannya
The queen who does not keep her promises will lose her power.

Bupati dadi rakyat.
Bupati menjadi rakyat
The leaders will become ordinary persons.

Wong cilik dadi priyayi.
Orang kecil jadi pemimpin
The ordinary people will become leaders.

Sing mendele dadi gede,
Orang tak jujur akan jadi pejabat
The dishonest persons will rise to the top.

Sing jujur kojur.
Yang jujur sekarat
The honest ones will be unlucky.

Akeh omah ing nduwur jaran.
Banyak rumah berada di atas kuda
There will be many people own a house on horseback.

Wong mangan wong.
Orang makan orang
People will attack other people.

Anak lali bapak.
Anak lupa bapak
Children will ignore their fathers.

Wong tuwa lali tuwane.
Orang tua lupa tanggung jawabnya
Parents will not want to take their responsibility as parents.

Pedagang adol barang saya laris.
Pedagang menjual barang sangat laris
Merchants will sell out of their merchandise.

Bandane saya ludes.
Tapi hartanya ludes
Yet, they will lose money.

Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan.
Banyak orang mati kelaparan dalam kemakmurannya
Many people will die from starvation in prosperous times.

Akeh wong nyekel banda nanging uripe sengsara.
Banyak orang berpunya tapi hidupnya sengsara Many people will have
lots of
money yet, be unhappy in their lives.

Sing edan bisa dandan.
Yang edan berdandan mentereng
The crazy one will be beautifully attired.

Sing bengkong bisa nggalang gedong.
Yang berhati bengkok bisa membangun rumah gedong
The insane will be able to build a lavish estate.

Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil.
Yang berhati lurus hidupnya memprihatinkan dan tersisih
The ones who are fair and sane will suffer in their lives
and will be isolated.

Ana peperangan ing njero.
Akan ada perang saudara
There will be internal wars.

Timbul amarga para pangkat akeh sing pada salah paham.
Para petinggi saling salah paham
As a result of misunderstandings between those at the top.

Durjana saya ngambra-ambra.
Kedurjanaan bersimaharajalela
The numbers of evil doers will increase sharply.

Penjahat saya tambah.
Penjahat bertambah
There will be more criminals.

Wong apik saya sengsara.
Orang baik-baik sengsara
The good people will live in misery.

Akeh wong mati jalaran saka peperangan.
Banyak yang mati dalam peperangan
There will be many people die in a war.

Kebingungan lan kobongan.
Kebingungan dan semuanya habis terbakar
Others will be disoriented, and their property burnt.

Wong bener saya tenger-tenger.
Yang benar kebingungan
The honest will be confused.

Wong salah saya bungah-bungah.
Yang salah bergembiraria
The dishonest will be joyful.

Akeh banda musna ora karuan lungane.
Banyak harta habis tak tentu arah
There will be disappearance of great riches.

Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe.
Jabatan dan kekayaan hilang tak diketahui sebabnya There will be
disappearance of great titles, and jobs.

Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram.
Banyak barang haram, banyak anak haram
There will be many illegal goods, There will be many babies born
without fathers.

Bejane sing lali, bejane sing eling.
Seberuntung2nya mereka yang lupa diri, akan lebih bahagia mereka yang
selalu
ingat (dzikr)

Nanging sauntung-untunge sing lali.
Namun seuntung2nya yang lupa diri
Those people who forget God's Will may be happy on earth.

Isih untung sing waspada.
Akan lebih untung mereka yang ingat waspada
But those who are remember God's will are destined
to be happier still.

Angkara murka saya ndadi.
Angkara murka makin menjadi
Ruthlessness will become worse.

Kana-kene saya bingung.
Kebingungan dimana2
Everywhere the situation will be chaotic.

Pedagang akeh alangane.
Pedagang banyak halangannya
Doing business will be more difficult.

Akeh buruh nantang juragan.
Banyak buruh menantang juragan
Workers will challenge their employers.

Juragan dadi umpan.
Juragan jadi umpan
The employers will become bait for their employees.

Sing suwarane seru oleh pengaruh.
Yang suaranya keras akan mendapat pengaruh(kekuasaan)
Those who speak out will be more influential.

Wong pinter diingar-ingar.
Orang yg pintar jadi bulan2an
The wise ones will be ridiculed.

Wong ala diuja.
Orang yang salah dipuja
The evil ones will be worshipped.

Wong ngerti mangan ati.
Orang yang paham akan makan ati
The knowledgeable ones will show no compassion.

Banda dadi memala.
Harta benda jadi penyakit
The pursuit of material comfort will incite crime.

Pangkat dadi pemikat.
Jabatan terlihat menggiurkan
Job titles will become enticing.

Sing sawenang-wenang rumangsa menang.
Yang sewenang-wenang berasa menang
Those who act arbitrarily will feel as if they are the winners.

Sing ngalah rumangsa kabeh salah.
Yang mengalah seakan-akan kalah
Those who act wisely will feel as if everything is wrong.

Ana Bupati saka wong sing asor imane.
Para pemimpin rendah imannya
There will be leaders who are weak in their faith.

Patihe kepala judi.
Patih nya saja gembong judi
Their vice regent will be selected from among the ranks of the
gamblers.

Wong sing atine suci dibenci.
Yang hatinya suci malah dibenci
Those who have a holy heart will be rejected.

Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat.
Yang jahat dan pintar malah mendapat derajat
Those who are evil, and know how to flatter their boss,
will be promoted.

Pemerasan saya ndadra.
Pemerasan makin menjadi
Human exploitation will be worse.

Maling lungguh wetenge mblenduk.
Maling duduk santai dengan perutnya yang gendut
The corpulent thieves will be able to sit back and relax.

Pitik angkrem saduwurane pikulan.
Ayam mengeram stinggi pikulan (Petinggi banyak yg berbuat curang)
The hen will hacth eggs in a carrying pole.

Maling wani nantang sing duwe omah.
Maling berani menantang yang punya rumah
Thieves will not be afraid to challenge the target.

Begal pada ndugal.
Begal makin gila
Robbers will dissent into greater evil.

Rampok pada keplok-keplok.
Rampok mendapat tepuk tangan
Looters will be given applause.

Wong momong mitenah sing diemong.
Pengasug difitnah oleh yg diasuh
People will slander their caregivers.

Wong jaga nyolong sing dijaga.
Penjaga nyolong milik yang dijaga
Guards will steel the very things they are to protect.

Wong njamin njaluk dijamin.
Penjamin minta dijamin
Guarantors will ask for collateral.

Akeh wong mendem donga.
Banyak yang minta doa
Many will ask for blessings.

Kana-kene rebutan unggul.
Semua orang berebut kemenangan pribadi
Everybody will compete for personal victory.

Angkara murka ngombro-ombro.
Angkara murka tersebar dimana2
Ruthlessness will be everywhere.

Agama ditantang.
Agama ditantang
Religions will be questioned.

Akeh wong angkara murka.
Banyak orang yang angkara murka
Many people will be greedy for power, wealth and position.

Nggedeake duraka.
Memperbanyak dosa
Rebelliousness will increase.

Ukum agama dilanggar.
Hukum agama dilanggar
Religious law will be broken.

Perikamanungsan di-iles-iles.
Perikemanusiaan diinjak-injak
Human rights will be violated.

Kasusilan ditinggal.
Kesusilaan ditinggalkan
Ethics will left behind.

Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi.
Banyak orang edan, jahat dan kehilangan akal budi
Many will be insane, cruel and immoral.

Wong cilik akeh sing kepencil.
Orang kecil tersingkir
Ordinary people will be segregated.

Amarga dadi korbane si jahat sing jajil.
Mereka akan jadi korban si hati jahat dan iblis
They will become the victims of evil and cruel persons.

Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit.
Akan ada raja yang berpengaruh dan Memiliki bala tentara
Then there will come a queen who is influential.
She will have her own armies.

Negarane ambane sapra-walon.
Negaranya seluas seperdelapan dunia
Her country will measured one-eighth the circumference of the world.

Tukang mangan suap saya ndadra.
Tukang makan uang suap makin banyak
The number of people who commit bribery will increase.

Wong jahat ditampa.
Orang jahat diterima
The evil ones will be accepted.

Wong suci dibenci.
Orang suci dibenci
The innocent ones will be rejected.

Timah dianggep perak.
Timah dianggap perak
Tin will be thought to be silver.

Emas diarani tembaga
Emas dibilang tembaga.
Gold will be thought to be copper.

Dandang dikandakake kuntul.
A rice cooker will be thought to be an egret.

Wong dosa sentosa.
Pendosa sentosa
The sinful ones will be safe and live in tranquility.

Wong cilik disalahake.
Orang kecil disalahkan
The poor will be blamed.

Wong nganggur kesungkur.
Pengangguran terpuruk
The unemployed will be rooted up.

Wong sregep krungkep.
The diligent ones will be forced down.

Wong nyengit kesengit.
Orang akan menuntut balas terhadap yang menekannya The people will
seek
revenge against the fiercely violent ones.

Buruh mangluh.
Buruh bekerja habis2an
Workers will suffer from overwork.

Wong sugih krasa wedi.
Yang kaya ketakutan
The rich will feel unsafe.

Wong wedi dadi priyayi.
Yang berpunya merasa tak aman
People who belong to the upper class will feel insecure.

Senenge wong jahat.
Yang jahat senang
Happiness will belong to evil persons.

Susahe wong cilik.
Yang kecilan susah
Trouble will belong to the poor.

Akeh wong dakwa dinakwa.
Orang saling menuntut satu sama lain
Many will sue each other.

Tindake menungsa saya kuciwa.
Perilaku manusia semakin rendah
Human behaviour will fall short of moral enlightenment.

Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi.
Raja dengan raja berembug, negara mana yang disenangi
Leaders will discuss and choose which countries are their
favourites and which ones are not.

Wong Jawa kari separo,
Orang jawa tinggal separuhnya
The Javanese will remain half.

Landa-Cina kari sejodo.
Orang Belanda dan China tinggal sejodoh
The Dutch and the Chinese each will remain a pair.

Akeh wong ijir, akeh wong cethil.
Banyak kelicikan kebusukan
Many become stingy.

Sing eman ora keduman.
The stingy ones will not get their portion.

Sing keduman ora eman.
The ones who receive their portion will not be generous.

Akeh wong mbambung.
Banyak pengemis dimana2
Street beggars will be everywhere.

Akeh wong limbung.
Banyak orang bingung/stress tak tentu arah
Bewildered persons will be everywhere.

Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka.
Inilah tanda-tanda terbaliknya zaman
These are the signs that the people and their civilization
have been turned upside down

Kamis, 23 Oktober 2008

Inikah saatnya?

Dalam masyarakat Timur,menikah memiliki nilai yang sangat sakral (suci), terlebih bagi setiap diri muslim. Ditinjau dari sudut pandang dakwah, pernikahan adalah bagian penting karena rumah tangga berperan bagi kelangsungan dakwah itu sendiri. Rumah tangga merupakan lapis terbawah dari struktur masyarakat, disanalah tampak sebuah miniatur masyarakat. Untuk lebih jelas dalam membuka hikmah pernikahan, berikut ini ada sebuah tulisan yang cukup menarik, yang mungkin akan memudahkan kita dalam memahami peran dan kualifikasi keluarga, yang ditulis melalui serangkaian perenungan panjang oleh seorang ibu yang masih muda usia, Miranda Risang Ayu. Ia dikenal juga sebagai koreografer yang dua karyanya, Istighfar dan Tasbih, sempat menjadi pembicaraan karena idenya untuk menjadikan keindahan gerak kain sebagai alternatif keindahan gerak tubuh.

Ia menuturkan bahwa konon pada suatu titik dalam sejarah, kehidupan berpusat pada keluarga. Dalam masyarakat nomaden, komunitas sebuah masyarakat hanya ditandai dengan berkumpulnya beberapa orang yang terikat oleh hubungan perkawinan dan darah. Karenanya, dalam perspektif subyektif anggotanya, hampir tidak ada perbedaan antara sebuah keluarga dan sebuah masyarakat. Ketika seorang ibu memasak, memberi makan suami dan anak-anaknya, ia segera menemukan totalitas pengabdian bagi seluruh umat manusia, karena memang hanya suami dan anak-anaknya – satu-satunya masyarakat yang ditemuinya di tengah-tengah hutan belantara atau padang pasir yang melingkunginya. Miranda menggarisbawahi bahwa dalam masyarakat nomaden kualifikasi keluarga masih sekedar berperan untuk menjaga kelangsungan generasi.

Dalam perkembangan sejarah, fungsi tersebut tampak tidak mengalami perubahan, tetapi derajat kualifikasinya yang berubah. Jika dalam masyarakat berburu atau agraris yang sederhana, memperbanyak anak adalah tonggak pertahanan utama kekuatan suatu masyarakat, maka dalam masyarakat modern persoalan itu telah lama diselesaikan oleh kemajuan di bidang teknologi dan diplomasi. Fungsi pelestarian fisikal sebuah generasi, yang semula merupakan otoritas sebuah keluarga, telah digeser oleh kekuatan lain. Dengan demikian fungsi sebuah keluarga untuk menjaga kelangsungan generasi dalam sebuah masyarakat telah bergeser kepada fungsi yang lebih kualitatif. Keluarga tidak lagi sekedar istitusi yang memberikan fasilitas pemenuhan makanan bergizi yang bersifat lahiriah, tetapi lebih dari itu, yaitu pemenuhan “gizi batiniah”.

Di dalam keluarga bermukim manusia, makhluk yang sarat dengan misteri. Ia adalah puncak penciptaan Sang Khalik, demikian tinggi ia diposisikan sebagai khalifah hingga membuat Iblis iri dan mengingkari ketentuan-Nya. Ya, Iblis tak mampu memahami realitas yang disebut manusia, bahkan malaikat pun mempertanyakan esensi kenapa harus diciptakan makhluk bernama manusia (Q 2:30),” ...mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?...” Dalam pandangan kaum arif, sebagaimana dituangkan dalam Qur’an 2: 31-32, bahwa iblis dan malaikat mengakui ketidakmampuan dirinya, ..” Kami hanya mengetahui apa yang telah Engkau ajarkan, kami hanya memahami apa yang telah Engkau berikan, ciptaan kami adalah hasil karya-Mu, pengetahuan dan visi kami hanyalah rahmat-Mu, Apa yang telah Engkau tunjukkan kepada kami, kami tahu – apa yang di luar itu – kami tidak tahu...

Adam adalah keseluruhan, yang lainnya adalah bagian. Segala sesuatu dalam bagian dijumpai dalam keseluruhan, tapi bagian tak bisa mencakup keseluruhan. Tak satu bagian pun benar – benar bisa memahami keseluruhan, tapi keseluruhan tahu situasi setiap bagian. Kala keseluruhan mengetahui dirinya sendiri maka semua bagian menjadi objek pengetahuannya. Tapi jika bagian mengetahui dirinya sendiri ia tidak bisa mengetahui lebih dari dirinya sendiri – sekalipun ia mengetahui dirinya sendiri ia tetap tak mengetahui bagian lainnya.

Apakah seorang anak Adam itu? Barzakh yang serba meliputi, bentuk ciptaan dan Zat yang Mahabenar ada di dalamnya; Transkipsi menyeluruh, memaklumkan Esensi Hakiki dan sifat-sifat suci-Nya; Berhubungan dengan kelembutan – kelembutan dan dan Ketakterbandingan, berupa realitas – realitas dalam kerajaan; Diri batiniahnya tenggelam dalam samudera Kesatuan, diri lahiriahnya kekeringan di pantai perpisahan. Tak satupun dari sifat – sifat Allah tak termanifestasikan dalam esensi-Nya.

Dia Maha Mengetahui, Maha Mendengar, dan Maha Melihat, Maha Berbicara dan Berkenhendak, Maha Hidup dan Maha Kuasa. Begitu pula dengan realitas – realitas dalam kosmos, masing – masing terejawantah di dalamnya. Entah wilayah – wilayah samawi atau unsur – unsur, mineral –mineral, tumbuh –tumbuhan, atau hewan – hewan. Tertulis di dalamnya bentuk kebaikan dan kejahatan, Bercampur di dalamnya kebiasaan setan dan hewan – hewan tunggangan. Kalaulah dia bukan bukan cermin Wajah Abadi, mengapa para malaikat bersujud di hadapannya? ...Dia adalah refleksi keindahan Kehadiran Suci. Jika iblis tak bisa memahami ini, apa yang menjadi masalah? Semua yang tersembunyi dalam Khazanah Tersembunyi Allah tampakkan dalam diri Adam.

Menikah, bukan sekedar tuntutan lahiriah dan berkaitan dengan pemuasan hubungan seksual sepasang suami istri dalam koridor halal. Menikah juga berarti komitmen untuk membangun rumahtangga, yang kelak di dalamnya akan lahir jiwa – jiwa yang relatif suci dari prasangka dan kotornya duniawi. Anak – anak memang jiwanya sepenuhnya masih di langit, baginya belajar adalah bermain dan bermain adalah belajar. Ketika ia bermain dengan mobil kecilnya, melewati jembatan yang ia buat dengan temannya, dan kemudian terpeleset dan terguling mobil kecilnya, ia hanya tertawa gembira. Ketika di saat lain ia bermain “pasar – pasaran” ia kemudian salah satu temannya merebut seluruh uang kecilnya ia pun cuma menangis sesaat untuk kemudian larut kembali dalam gelak tawa dengan teman-temannya. Bagi si anak, tidak ada hari kemarin, esok dan lusa. Pun si anak tidak mengalami resiko apapun ketika mobilnya terguling, uangnya direbut. Bagaimana dengan kita manusia dewasa? Di manakah kita? Kita berada di bumi kebutuhan, bumi keterbatasan ...meniti panjangnya nafas sendiri, entah sampai kapan?

Saya sepakat dengan Mbak Mir, bahwa menjadi orangtua berarti proses melangit, karena kita harus menjemput jiwa anak yang masih melangit untuk turun dalam bumi kesadaran, bumi kebutuhan. Ketika anak sekolah, kita mengajarkan resiko : mendapat nilai baik atau buruk, naik kelas atau tinggal kelas, lulus dan tidak lulus. Sehingga kelak ketika ia dewasa mampu melampaui resiko yang lebih besar. Kelak ia akan dihadapkan pada resiko penganggguran, PHK, dan sejenisnya. Namun semua resiko itu masih bisa dijawab, resiko pengangguran bisa diantisipasi dengan belajar sungguh-sungguh, mendapatkan pekerjaan yang bagus dan bekerja dengan tekun. Resiko sakit bisa diatasi dengan dokter dan obat, juga dengan alternatif lain seperti herbal, akupuntur, pijat dan lainnya. Resiko jiwa bisa dijawab dengan konsultasi pada psikolog atau mencari nasehat ulama, mengikuti pengajian, berdoa dengan shalat juga, bukankah ada sajadah dan Qur’an. Tapi bagaimana jika itu belum cukup? Ketidakmampuan menemui Tuhan, mengenal-Nya, merindu-Nya, jatuh cinta kepada-Nya, ikhlas atas segala kehendak-Nya – bukankah itu resiko terberat yang akan ditanggung oleh setiap anak-cucu Adam. Dan itulah tugas terberat sepasang orangtua bagi anak-anaknya, mendidik mereka, menjemput mereka dari langit dan mengantarkan mereka kepada kesadaran fitri, sebuah kerinduan pada perjanjian dalam alam alastu.

Dan tugas mendidik bagi orangtua adalah tugas yang tidak mengenal akhir hingga ajal menjemput. Dikatakan tugas terberat karena mendidik mereka berarti “mendidik diri” karena tidak mungkin lahir anak jujur dari orangtua dan lingkungan masyarakat pendusta. Tidak mungkin lahir anak-anak yang cinta damai dan pemaaf jika orangtua dan masyarakatnya yang gemar berkelahi berebut isi perut, berebut kekuasaan, dan ini hanya akan menyuguhkan ajaran kekerasan. Tidak pula akan lahir anak –anak yang selalu rindu pada kelezatan dzikir dan kebahagiaan tulus disaat berbagi dengan sesamanya, ya...tidak akan lahir dari orangtua yang hanya mampu mengingat-Nya di kala sempat. Apalagi sat ini pendidikan semakin dikaburkan dari esensinya, sehingga pendidikan diidentikkan sekolah an sich, pendidikan hanya diukur dengan nilai rapor sekolah, nilai ujian kelulusan, pendidikan hanya dinilai dari seberapa besar mampu memberi akses kepada jenis pekerjaan – pekerjaan yang akan mengalirkan rupiah/dollar berlimpah.

Keikhlasan, kesederhanaan, kejujuran, keakraban, kesetiaan, kasih sayang dan nilai-nilai luhur yang memperkaya hati, memperkaya jiwa semakin digusur dari dunia pendidikan. Bintang kelas hanya bagi mereka yang memiliki angka-angka mendekati sempurna, ranking satu. Saya belum menemui ada anak menjadi bintang kelas karena kejujurannya. Tugas pendidikan juga telah disempitkan maknanya, bahwa saat ini adalah tugas guru, tugas sekolah. Orangtua justru semakin terpenjara dengan rutinitas kerjanya, hingga waktu bagi sang anak tinggallah sisa waktu, sisa energi dan sisa perhatian.

Bagi setiap insan yang akan memasuki gerbang pernikahan, sudahkah memikirkan ini? Mengingat anak muda sekarang semakin diharubiru oleh budaya permisif – serba boleh, dan hedonis (menomorsatukan kesenangan yang bersifat sementara/nisbi). Budaya pacaran seolah adalah kewajiban dan pintu yang mutlak dilewati sebelum memasuki gerbang pernikahan. Adakah pacaran mengokohkan keikhlasan, kesederhanaan, kejujuran, kesetiaan? Adakah pacaran menjernihkan hati, membeningkan jiwa, meningkatkan kelezatan dzikir pada Allah? Adakah pacaran menghantarkan pasangan menjadi semakin jatuh cinta pada-Nya, tunduk pada-Nya, menjauhi larangan-Nya, ikhlas atas segala kehendak-Nya? Pantas saja saat ini lahir masyarakat yang korup, hedonis, berbudaya permisif, memuja kekuasaan dan pasar. Karena arsitek-arsitek miniatur masyarakat ini merintis bangunan keluarga dengan senang-senang dan kedangkalan pikiran, jujur saja mayoritas pacaran diisi dengan kegiatan jalan-jalan, shopping ke mall, wisata pantai, dan sejenisnya. Jarang ada pacaran diisi kegiatan mengunjungi saudara yang kekurangan dan bersedekah, atau dengan mengikuti pengajian, seminar? Karena pacaran bagi anak muda sekarang tidak diorientasikan sebagai tahap terakhir menuju jenjang pernikahan, pintu menuju pencerahan spiritual. Mungkin tak ada pacaran yang masing-masing pribadi berusaha keras menghadirkan Tuhan di antara keduanya.

===================

Duka derita duka laraku di dunia

Tidaklah aku sesali juga tak akan aku tangisi

Sesakit apapun yang kurasakan dalam hidupku

Semoga tak membuatku kehilangan jernih jiwaku

Andaikan dunia mengusir aku dari buminya

Tak akan aku merintih juga tak akan aku mengemis

Ketidakadilan yang ditimpakan oleh manusia

Bukanlah alasan bagiku untuk membalasnya

Asalkan karena itu

Tuhan menjadi sayang padaku

Segala kehendak-Nya

Menjadi surga bagi cintaku

Bukanlah apa kata manusia

Yang kuikuti

Tetapi pandangan Allah Tuhanku

Yang kutakuti

Ada tiadaku

Semata – mata milik-Nya jua

Ada tiadaku

Semata – mata milik-Nya jua

Rabu, 10 September 2008

Ayyu Antum Qaumin ; manusia macam apakah saya..?

Ayyu antum qaumin? Hendak menjadi manusia macam apakah kamu nanti...jika engkau sudah menjadi pemenang? inilah pertanyaan Rasululullah kepada para sahabat saat secara jumlah umat islam masih sangat sedikit. Sebuah pertanyaan tentang 'makna keberadaan diri seseorang", sebuah pertanyaan tentang orientasi diri, sebuah orientasi kesejatian. banyak di antara kita yang seolah tidak memiliki waktu untuk menilik lebih dalam, manusia macam apakah saya? para pemburu hartakah? para pemburu kesenangan? para pendusta? atau..atau...atau. banyak di antara kita memperlakukan karunia Allah swt begitu posesif, ingin menikmati sepuasnya dan memiliki selamanya dan takut kehilangan. Sindiran Miranda, mengapa kita hanya terpesona melihat ombak air danau yang gemerlap tertimpa cahaya purnama, padahal bukankah lebih indah cahaya purnama sendiri, dan lebih indah lagi cahaya matahari. Karena hakikatnya keindahan ombak danau itu nihil jika tidak ada cahaya purnama, dan sejatinya cahaya purnama itu "omong kosong", karena bulan tidak bercahaya, yang bercahaya justru matahari. .... so..benar nasihat nabi bagi kaum anshar yang merasa iri ketika kaum muhajirin mendapatkan harta rampasan perang, sedang mereka hanya bersama nabi. Rasulullah bersabda, 'Bukankah Allah dan aku cukup bagi kalian?"....wallahu a'lam bishshawab

Template is modificated by Trisnadi from ": kendhin x-template.blogspot.com